POTENSI PELESTARIAN TERUMBU KARANG SEBAGAI PENYANGGA PRODUKTIVITAS PERIKANAN

Oleh: Lena Farsia dan Wardah

Abstrak

Paska Tsunami, di Aceh lebih dari 60 persen terumbu karang telah mengalami pemutihan. Para ilmuan juga menemukan bahwa 80 persen biota laut dikawasan laut Aceh terancam mati. Situasi ini sangat berbahaya karena terumbu karang merupakan tempat berlindung bagi ikan dan biota laut lainnya, bahkan ikan yang berukuran besar biasanya berkumpul disekeliling terumbu karang yang menyediakan makanan bagi mereka. Penelitian ini akan dilaksanakan dikawasan ekosistem terumbu karang diUjong Pancu Kecamatan Pekan Bada, Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peraturan tentang pelestarian terumbu karang dipropinsi Aceh, bentuk pelestarian terumbu karang dikawasan Ujong Pancu dan hambatan dalam pelestarian dikawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum pengaturan pelestarian terumbu karang sudah diatur didalam beberapa peraturan baik di tingkat nasional maupun lokal. Hal ini menunjukkan bahwa baik pemerintah pusat maupun daerah sudah mulai memperhatikan lingkungan laut sebagai upaya untuk mensejahterakan masyarakat pesisir. Selain itu Pelestarian terumbu karang di Ujung Pancu sudah dilaksanakan secara terorganisir baik oleh pemerintah daerah, civitas akademika dan beberapa LSM lokal dan internasional. Sehingga hambatan-hambatan yang timbul dalam pelaksanaan pelestarian terumbu karang khususnya di kawasan Ujung Pancu dapat dikategorikan hampir bisa diminimalisir.