Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) bekerja sama dengn Fakultas Hukum Unsyiah mengadakan sosialisasi yang bertema “Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan” dengan menghadirkan pembicara Tri Herdianto,S.H.,SP.I.,M.H yang bertempat di Aula Fakultas Hukum lantai II, Selasa (13/02/2018).

Tri Herdianto merupakan seorang direktur pembelaan hukum perlindungan konsumen OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Tri mengatakan bahwa sosialisasi yang diadakan ini merupakan salah satu dari program OJK sendiri. Sosialisasi ini kebanyakan diadakan di daerah perkotaan dan kampus. Dalam sosialisasi ini, Tri menjelaskan tentang Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan dengan apa-apa saja yang harus dilakukan sebelum membeli produk. Pertama, pahami manfaat, resiko, legalitas dan seluruh ketentuan dari produk dan layanan fintech. Kedua, waspadai produk dan layanan yang dijual melalui kanal digital. Ketiga, cek legalitas dan izin perusahaan penyedia layanan fintech ke otoritas terkait.

Kehadiran OJK diharapkan mampu mendorong peran intermediasi perbankan agar berjalan lebih transparan, optimal dan terintegrasi ke dalam sistem kegiatan sektor jasa keuangan. Kehadiran OJK ini menjadi sangat penting, sebab wilayah yang diawasinya tidak hanya kalangan perbankan, tapi juga jasa keuangan lainnya, seperti pasar modal, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya, termasuk pegadaian, dan lembaga penjaminan," jelasnya.

Saat ini sudah ada 6 Kantor Regional OJK yang beroperasi di enam wilayah dan 29 kantor OJK daerah yang sudah diresmikan dari Aceh hingga Papua. Sesuai amanat undang-undang No 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terhitung 31 Desember 2013, fungsi pengaturan dan pengawasan perbankan yang selama ini dilakukan Bank Indonesia, telah dialihkan kepada OJK.