Kebangsaan dalam Melawan Paham Radikalisme

Banda aceh, sebanyak 314 mahasiswa dari parodi hukum, Universitas Syiah Kuala (Unsiyah) ikut serta hadir dalam Kuliah Akbar Kebangsaan dalam Melawan Paham Radikalisme yang di selengarakan oleh seluruh civitas akademika perguruan tinggi negeri dan swasta se Aceh di Lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (28/10/2017. Kegiatan ini diselenggerakan perguruan tinggi negeri dan swasta dalam rangka mempringati Hari Sumpah Pemuda. 28 Oktober 1928.

Ketua BEM Fakultas Hukum, Ade Mulya saat ditemui UKM-HAHoe FH Unsyiah mengukapkan harapanya, “dengan berkumpulnya seluruh akademisi dari berbagai universitas dan fakultas menandakan bahwa hari ini pemuda pemuda yang berada di universitas berkumpul untuk mempersatukan niat serta mengikrarkan kembali janji yang pernah di ikrarkan pada tahun 1928, dengan tujuan agar mempersatukan kembali seperti subtansi dari pada sumpah pemuda tersebut. Selanjutnya untuk mahasiswa hukum sendiri kita sangat berharap hari ini dengan tema anti radikalisme dan menjunjung tinggi Pancasila seluruh mahasiswa hukum harus paham bagai mana kita menerapkan Pancasila dan benar-benar menjauhi radikalisme agar terjaga ke utuhan daripada Indonesia itu sendiri.” tegasnya.

Wakil dekan III Fakultas Hukum Unsyiah Dr.M. Gaussyah,. S.H.,M.H. menyambut baik dan mendukung penuh atas terlaksanya kegiatan kuliah akbar dalam rangka degralasi kebangsaan. “Tentu saja kita harus mendukung penuh kegiatan kuliah akbar ini, kita sebagai mahasiswa hukum harus menanamkan rasa nasionalisme, mahasiswa dalam melawan paham radikalisme mahasiswa harus disiplin terhadap diri sendiri , ia harus mulai mencintai tanah airnya dengan cara mencintai dirinya sendiri, mencintai keluarganya mencintai lingkungan sekitar dan mencintai negara dan agamanya “ ucap Wakil dekan III fakultas hukum Unsyiah. Ia menambahkan rasa nasionalisme juga tidak kemudian di ukur dari ada bendera kemudian ikut upacara, tidak. tapi rasa nasionalisme adalah jiwa gotoroyong yang setia membantu orang membantu sesama warga negara itu termasuk jiwa nasioalisme.

Turut hadir perwakilan 54 pimpinan perguruan tinggi se-Aceh, Walikota Banda Aceh, dan staff khusus Kasat Mayjend TNI Sumedi, S.E., M.M. serta dimeriahkan oleh musisii dan budayawan Aceh Rafly Kande.